Artikel
Sejarah Desa Setrohadi
Desa Setrohadi yaitu Desa yang terdiri dari 2 Dusun yaitu Dusun Setrohadi dan Dusun Mandepo. Sejarah Desa Setrohadi diawali dengan Desa Setrohadi yang terdiri dari 3 rumah yang terletak di wilayah RT 03 perbatasan dengan wilayah selatan RT 01 dan Utara RT 04 serta di wilayah timur RT 02.
Diletak tanah penggaraan itu terdiri dari 3 letak tanah dan mempunyai arti berbeda diantaranya:
- Nagan
- Sikucing
- Sijember
Tanah Nagan Artinya, Naggi dalam bahasa jawa disebut tempat penyimpanan Pusaka. Sedangkan tanah yang diberi nama Sikucing mempunyai arti Sarana untuk rapat atau musyawarah (pertemuan) yang oleh masyarakat dikembangkan ditanah tersebut menjadi tanah penembahan, yang disitu muncul salah satu pengikut yang mendirikan suatu tempat dengan kesetiaan kepada guru diberi nama Dusun Mandepo.
Dijaman itu dilakukan untuk menyembunyikan identitas Desa yang sebenarnya. Kebetulan pada saat itu yang menjadi panutan adalah seorang pahlawan yang bernama Muhammad Djabir Mustofah yang menjadikan Desa Setrohadi yang dahulu islam Kepercayaan menjadi Islam, dan mendirikan Sekolah MI MIFTAHUL HUDA, kelompok belajar AL-Quraan Subuh.
Beliau wafat tahun 1994 dan dimakamkan di Desa Keranji Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, dan setiap Bulan Maulid diadakan Haul Mbah Muhammad Djabir Mustofah.
Pengambilan Sumpah Janji dan Pelantikan Perangkat Desa Setrohadi Kecamatan Duduk Sampeyan
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
Rapat membangun Komitmen antara Karang Taruna Desa Kemangi
GRAND OPENING WISATA AIR DAN KULINER TWIN LAKE DESA KEMANGI KAB. GRESIK JAWA TIMUR OLEH BUPATI
Membangun Desa Lewat Gotong Royong

